Menyatakan raja yang kelima yang merintah dalam Luhak Rokan IV Koto bergelar Soetan Gementar Alam bersemayam di koto Rokan Tinggi.

Sahdan adalah kira-kira 4 bulan di belakang Soetan Sepedas Padi telah meninggal, maka terbitlah fikiran pada datuk andiko yang berempat, hendak meninggal Sialam menjadi raja serta hendak dinobatkan secara adat raja-raja memegang luhak dan negeri, supaya dipakaikan dalam negeri adat dan pakaian, supaya sempurna adat raja berdaulat, orang besar-besar nan ber-andiko dalam luhak Rokan IV Koto ini.

Maka dengan sebab itu berkumpulah datuk datuk yang berempat di koto Rokan Tinggi serta segala penghulu yang di bawahnya buat mufakatan, buat menobatkan Soetan Alam menjadi raja menggantikan mamaknya Soetan Sepedas Padi. Dalam hal yang demikian putuslah mufakat datuk andiko yang berempat, bahwa Sialam akan di nobatkan menjadi raja. Maka orang pun bersiaplah segala alat nobat itu. Pada ketika itu mufakatlah datuk andiko yang berempat buat mencari kerbau satu ekor satu negeri akan di persembahkan pada raja, maka dapatlah kerbau 4 ekor. Waktu mempersembahkan kerbau itu raja mengadakan pula kerbau tiga ekor. Jadi jumlah ada kerbau 7 ekor. Sehabis itu orang empat koto pun berelat dengan memotong kerbau yang 7 ekor itu, menobatkan Soetan Gementar Alam. Pada ketika itu tetaplah Sialam menjadi raja dalam Luhak IV Koto dengan bergelar Soetan Gementar Alam. Itulah permulaan raja dalam luhak Rokan yang dinobatkan oleh besar-besar waktu mengangkat raja. Sebab itulah menjadi adat sampai sekarang menobatkan raja diangkat dalam luhak Rokan IV Koto. Begitu juga adat pusaka raja pada orang besar-besar dan pusaka orang besar-besar pada raja. Itulah yang jadi teladan sampai sekarang.

Adapun waktu orang IV Koto berelat mengangkat  Soetan Gementar Alam naik nobat itu, panggilannya sampai ke Tapoeng dan ke Kampar, sampai ke Rao Mandahiling dan lain-lainnya. Kemudian selesai perelatan itu Soetan Gementar Alam pun tetaplah memerintah dalam luhak Rokan IV Koto dengan selamat serta hamba rakyatnya. Lama kelamaan Soetan Gementar Alam pun dapat sakit lalu mangkat. Adapun Soetan Gementar Alam tiada meninggalkan  anak atau keponakan sebab itu putuslah raja dalam luhak rokan, tinggallah negeri pada orang besar-besar saja. Sepanjang cerita orang yang menceritakan, Soetan Gementar Alam lamanya memerintah ada kira-kira 31 tahun baru mininggal. Demikianlah hal pada masa Soetan Gementar Alam memerintah luhak Rokan IV Koto.

 

Sumber: https://ajiramiazawa.wordpress.com
(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply